09 Februari 2011

Analisa Teknikal (technical analysis)

Analisa Teknikal (technical analysis) adalah salah satu analisis atau metode pendekatan yang mengevaluasi pergerakan suatu harga saham, valas, kontrak berjangka (future contract), indeks dan beberapa instrumen keuangan lainnya.

Para analis teknikal melakukan penelitian yang mendasar terhadap pola pergerakan harga komoditi yang berulang dan dapat diprediksi. Bahkan analisis teknikal bisa juga diartikan sebagai suatu studi utama mengenai harga, termasuk besarnya (volume) dan posisi terbuka (open interest).

Jadi pada intinya analisis teknikal merupakan analisis terhadap pola pergerakan harga di masa lampau dengan tujuan untuk meramalkan pergerakan harga di masa yang akan datang. Analisis teknikal ini sering juga disebut dengan chartist karena para analisisnya melakukan studi dengan menggunakan grafik (chart), dimana mereka berharap dapat menemukan suatu pola pergerakan harga sehingga mereka dapat mengeksploitasinya untuk mendapatkan keuntungan.

Dalam analisis teknikal, memprediksikan pergerakan harga forex sama seperti memprediksi pergerakan harga komoditi karena para analis hanya melihat faktor grafik dan volume transaksi saja.

PRINSIP DASAR ANALISIS TEKNIKAL
Ada tiga prinsip yang digunakan sebagai dasar dalam melakukan analisis teknikal, yaitu :

1. Market Price Discounts Everything
Yaitu segala kejadian-kejadian yang dapat mengakibatkan gejolak pada bursa valas secara keseluruhan atau harga mata uang suatu negara seperti faktor ekonomi, politik fundamental dan termasuk juga kejadian-kejadian yang tidak dapat diprediksi sebelumnya seperti adanya peperangan, gempa bumi dan lain sebagainya akan tercermin pada harga pasar.

2. Price Moves in Trend
Yaitu harga valuta asing akan tetap bergerak dalam satu trend. Harga mulai bergerak ke satu arah, turun atau naik. Trend ini akan berkelanjutan sampai pergerakan harga melambat dan memberikan peringatan sebelum berbalik dan bergerak ke arah yang berlawanan.

3. History Repeats It Self
Karena analisis teknikal juga menggambarkan faktor psikologis para pelaku pasar, maka pergerakan historis dapat dijadikan acuan untuk memprediksi pergerakan harga di masa yang akan datang. Pola historis ini dapat terlihat dari waktu ke waktu di grafik. Pola-pola ini mempunyai makna yang dapat diinterprestasikan untuk memprediksi pergerakan harga.

Support & Resistance

Sering kali pada saat kita mengamati chart, harga hanya bergerak naik hingga ke titik tertentu, kemudian rebound, kemudian naik lagi, rebound lagi, dst, seperti ada tembok di harga tersebut.

Prinsip dasar penyebab harga turun adalah, karena ada yang jual, karena ada yang jual, maka supply di pasar meningkat, dan berdasarkan hukum keseimbangan ekonomi, jika supply meningkat, maka harga akan turun.

Nah, pertanyaan berikutnya, mengapa mereka jual di harga tersebut? kok ga di harga lain (beberapa menanyakan, kok ga di harga yang sama dengan posisi sell saya ?... )

Dalam pasar finansial, hal tersebut dinamakan support dan resistance.

Support adalah titik tertentu dimana secara psikologis banyak orang akan membeli instrumen, gampangnya, kira2 dimana harga akan rebound setelah turun.

Resistance, adalah kebalikan dari support, titik tertentu dimana secara psikologis banyak orang menjual instrumen, gampangnya, kira2 dimana harga akan rebound setelah naik.

Ibaratnya anda sedang menimbun minyak. Harga 1 Januari adalah 10000 per botol. Pada tanggal 3 Januari, harga naik menjadi 12000 per botol. Tentu anda tidak langsung beli pada harga 12000 (kecuali terpaksa). Anda akan menunggu harga turun sedikit, baru beli lagi. Ternyata pada tanggal 5 Januari, harga turun menjadi 10000. Maka secara psikologis, anda akan berpikir.. wah, sudah turun seperti dulu, boleh lah saya beli...

Sama, di forex juga berlaku prinsip ini.. Wah EURUSD sudah turun serendah minggu lalu, boleh lah beli...

Nah ternyata pada 7 Januari, harga minyak naik menjadi 15000 per botol, lalu pada 9 Januari turun menjadi 12000. Maka pada 9 Januari secara psikologis, akan timbul pikiran untuk membeli minyak (dengan dasar pemikiran : sudah turun banyak, dan susah kalau mau turun hingga 10000 lagi... ), maka anda beli lagi di 12000.

Lalu pada 10 Januari, harga minyak jadi 10000, maka anda akan berpikir (wah, murah banget, sama seperti yang dulu lagi)... maka akan membeli minyak, lebih banyak dari biasanya. Karena secara alamiah, anda akan berpikir 10000 tersebut murah banget, dan mungkin harga selanjutnya tidak akan turun menjadi 10000 lagi.

Prinsip ini kurang lebih sama dengan yang terjadi di forex. Pada saat level tertentu (support), para trader (baik kecil maupun besar) akan berpikir harga ini sudah cukup bagus untuk dibeli..

Setiap bank, institusi keuangan, dll memiliki tim riset yang memperkirakan nilai support & resistance. Tidak ada rumusan pasti untuk menghitung support, cukup banyak hal yang bisa dijadikan support, misalnya :
- Angka bulat (0,20,50,80 -misal EURUSD 1.2320, 1.2600, dst) karena kebanyakan perusahaan suka membeli di angka bulat
- Harga terendah sejak x menit terakhir, x jam terakhir, x hari terakhir, dst
- Dari indikator seperti moving average, dll
- Volume order di harga tertentu (di platform ECN kita bisa lihat volume)

Untuk resistance, maka kebalikannya, harga tertinggi sejak x menit, jam, dst.

Nah nilai-nilai yang dirilis para analis dan tim riset tersebut biasanya diikuti banyak trader. Semakin banyak yang mengikuti, maka akan semakin besar pengaruh terhadap harga.

Contoh, analis X memperkirakan support EURUSD di 1.2500, maka bila banyak yang membaca dan mengikuti, akan banyak sekali buy di 1.2500 yang membuat harga tersebut susah ditembus.

Support & Resistance ini adalah informasi yang bukan menggambarkan trend, lebih banyak membantu, dimana sebaiknya kita mulai masuk pasar, atau dimana sebaiknya kita keluar dari pasar.

Untuk analisa trend, bisa menggunakan Analisa Teknikal dan Fundamental.

sumber: http://www.forexindo.com/forum/forex-trading-untuk-pemula/9135-support-dan-resistance.html#post99384

Apa Itu Analisa Fundamental?

Analisa fundamental adalah suatu metode yang menginterpretasikan berita-berita dan kejadian-kejadian, baik ekonomi maupun politik, yang diperkirakan akan berdampak pada pergerakan mata uang negara terkait. Misalnya, laporan pengangguran Amerika yang memburuk berpengaruh pada kekuatan USD, atau perseteruan politis antara Amerika dan China, bisa mempengaruhi mata uang negara-negara yang berbasis komoditi, seperti AUD dan CAD, karena dikhawartirkan perseteruan ini akan mempengaruhi impor China dari Australia, Canada, dan lain sebagainya.

Analis akan memprediksi kaitan-kaitan dari berita yang satu dengan berita yang lainnya, misalkan data produksi industri menurun, namun permintaan konsumen masih tinggi, maka bisa diprediksi akan ada kenaikan harga barang. Atau contoh lain, meingkatnya pengangguran akan memicu penurunan konsumsi masyarakat, hal ini akan berpengaruh pada melambatnya perputaran ekonomi, bank sentral akan menurunkan suku bunga agar penduduk lebih cepat memutar uangnya dan membuka usaha-usaha baru.

Keunggulan dari analisa fundamental adalah kita mengetahui tren long term, seperti misalnya GDP akhir 2009 Inggris ternyata dirilis buruk, masih menunjukkan ekonomi yang lambat, dalam beberapa minggu selanjutnya terlihat GBP terus melemah karena investor merasa pesimis dengan ekonomi Inggris, butuh sesuatu yang baru untuk meyakinkan mereka bahwa Inggris baik-baik saja. Jadi dengan analisa fundamental, kita bisa menilai bagaimana ekonomi sebuah negara, jika dibandingkan dengan ekonomi negara lain, mana yang lebih kuat? Katakanlah Amerika tengah lebih baik dari Inggris, maka GBP/USD kemungkinan besar tren-nya akan turun.

Tentunya, semua metode pasti ada kelemahannya. Analisa fundamental bersifat prediksi, oleh karena itu ada unsur subyektif. Bagaimana analis memprediksi angka yang muncul akan dipengaruhi oleh diri si analis sendiri, misalkan data pengangguran di Amerika yang merilis adalah analis dari Amerika, mereka akan cenderung memasang ekspektasi yang bagus untuk negaranya. Hal ini yang disebut 'bias'. Selain itu, reaksi tiap-tiap orang terhadap munculnya angka yang sebenarnya akan berbeda, ambil contoh trader A akan menganggap kenaikan harga rumah sebagai pertanda semakin cepatnya perputaran ekonomi, di sisi lain trader B mungkin beranggapan ini adalah gejala inflasi.


Ditulis oleh surabayaforex.com

sumber: http://www.forexindo.com/forum/forex-trading-untuk-pemula/9247-apa-itu-analisa-fundamental.html#post100932

14 Mei 2010

SAHAM

Saham adalah suatu nilai atau pembukuan dalam berbagai instrumen yang mengacu pada bagian kepemilikan sebuah perusahaan atau suatu penyertaan modal dalam suatu perusahaan.

Jenis Saham:
1. Saham biasa/common stock -> saham yang diperjual belikan di bursa efek
2. Saham preferent/preferent stock -> Saham yang tidak diperjualbelikan di bursa efek
3. Saham harta/treasury stock -> saham yang dibeli kembali dari masyarakat
4. Saham kelas ganda/dual class stock -> Saham yang memiliki beberapa kelas (A,B,C) masing-masing dengan keuntungan dan kerugiannya sendiri-sendiri.

Saham preferent memiliki karakteristik:
- Memiliki berbagai tingkat, dapat diterbitkan dengan karakteristik yang berbeda
- Tagihan terhadap aktiva dan pendapatan, memiliki prioritas lebih tinggi dari saham biasa dalam hal pembagian deviden.
- Deviden kumulatif, bila belum dibayar pada periode sebelumnya maka dapat dibayarkan pada periode berjalan san lewbih dahulu dari saham biasa.
- Konvertibilitas, dapat ditukar menjadi saham biasa, bila kesepakatan antara pemegang saham dan organisasi penerbit terbentuk.

Saham biasa memiliki karakteristik:
- Hak suara pemegang saham, dapat memilih dewan komisaris
- Hak didahulukan, bila organisasi penerbit menerbitkan saham baru
- Tanggung jawab terbatas, pada jumlah yang diberikan saja.

Bila ditinjau dari kinerja perdagangan, saham dikelompokkan menjadi:
1. Blue chip stocks -> Saham biasa yang memiliki reputasi tinggi, sebagai pemimpin dalam industrinya, memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar deviden.
2. Income stocks -> saham suatu emiten yang dibayarkan lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
3. Growth stocks
4. Speculative stocks -> saham yang secara konsisten memperoleh penghasilan dan berpeluang memperolah penghasilan yang tinggi dimasa mendatang dan belum pasti.
5. Counter cyclical stoks -> saham yang tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro maupun situasi bisnis secara umum.

Tujuan masyarakat membeli saham;
1. Capital Gain
2. Mendapatkan deviden

Resiko:
1. Capital loss
2. Resiko likuiditas

OBLIGASI

Obligasi adalah surat berharga atau sertifikat yang berisi kontrak pengakuan hutang ata spinjaman yang diterima oleh penerbit dari pemberi pinjaman (investor).
* Investor : Membeli obligasi berarti meminjamkan uang dengan harapan memperoleh keuntungan dengan prosentase yang dijanjikan oleh enerbit.
* Penerbit : Berhutang uang untuk menggalang dana, modal operasional erusahaan, atau penguasaan hak aset atas perusahaan.

Jenis Obligasi:
1. Dari sisi penerbit:
a. Corporate bonds : Obligasi yang diterbitkan oleh badan/lembaga baik BUMN atau
swasta
b. Government bonds: Obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah pusat.
c. Municiple bonds : Obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah daerah.

2. Dari System pembayaran:
a. Zero coupon bonds : Obligasi yang tidak melakukan pembayaran secara periodik,
namun bunga dan pokok dibayaran sekaligus pada saat jatuh
tempo.
b. Coupon Bonds : Obligasi dengan kupon yang dapat diuangkan secara periodik
sesuai ketentuan penerbit.
c. Fix Coupon bonds : Obligasi yang tingkat kupon bunga yang telah ditetapkan
sebelum masa penawaran di pasar perdana dan akan dibayar
secara periodik.
d. Floating couppon bonds : Obligasi dengan tingkat kupon bunga yang ditentukan
sebelum jangka waktu tersebut berdasarkan acuan
tertentu.

3. Dari sisi Hak Penukaran:
a. Convertible bonds : Obligasi yang dapat ditukar dengan saham penerbitnya.
b. Exchangable bonds : Obligasi yang dapat ditukar dengan saham afiliasi
penerbitnya.
c. Callable bonds : Obligasi yang memberi hak kepada penerbitnya untuk menarik
obligasi pada waktu tertentu sesuai dengan perjanjian pada
saat penerbitan.
d. Putable Bonds : Obligasi yang memberi hak kepada pemilik/pemegang untuk
menukarkan/meminta pelunasan kepad penerbit/emiten.

4. Dari sisi Jaminan:
a. Secured bonds : Obligasi yang dijamin pelunasannya dengan aset tertentu.
- Guaranted bonds: Penjamin Obligasi oleh pihak ke 3.
- Mortage bonds: Obligasi yang dijamin dengan property.
- Collateral trust bonds: Obligasi yang dijamin menggunakan surat berharga
(sekuritas, receivable)
b. Unsecured bonds : Obligasi yang tidak dijamin oleh aset tertentu.

5. Dari sisi Nominal:
a. Konvensional bonds : Obligasi yang lazim diperjual belikan dalam satu
nominal/1 lot.
b. Ritail bonds : Obligasi yang diperjual belikan dalam satuan yang kecil, baik
corporate bonds maupun govenment bonds.

6. Dari sisi Perhitungan Imbal hasil
a. Konvensional bonds : Obligasi yang diperhitungkan dengan sistem bunga.
b. Syariah bonds : Obligasi yang diperhitungkan berdasarkan sistem bagi hasil.

Harga Obligasi:
1. Par --> harga obligasi = harga nominal
2. At Premium --> Harga obligasi > harga nominal
3. At Discount --> harga obligasi < harga nominal