25 Mei 2009

Dam Duriangkang Potensi Wisata Alam

Dam duriangkang adalah salah satu dam sebagai penyuplai air bersih di Kota Batam ini, dan tentunya hutan-hutan disekitarnya ditetapkan sebagai hutan lindung.
Selain sebagai hutan lindung dan supply air Dam Duriangkang juga dimanfaatkan oleh warga disekitar untuk mendirikan kelong ikan, memancing dan sebagian juga dipakai untuk kebun sayur.
Dan dari beberapa rute yang pernah saya lalui dalam acara mancing disana. Salah satu rute yang menarik untuk dilihat adalah rute yang dipake oleh komunitas BTW dalam acara "Green Cycling" minggu kemarin (24/5), dan menurut saya lokasi tersebut sangat cocok jika dikembangkan sebagai objek wisata hutan lindung. Karena susananya masih hutan banget, juga jalanan setapak dilokasi tersebut sudah tersedia meskipun kalo dikembangkan menjadi lokasi wisata haruslah ditata sedemikian rupa. Seolah-olah kita sudah jauh berada diluar kota.
Lokasi yang pintu masuknya di pos perhutani bundaran kabil ini mempunyai jarak sekitare 4km kedalam dengan hanya 1 pintu masuk dan keluar.(Anwar)

RAPI Batam dan BTW dalam "Green Cycling" Duriangkang


Dua komunitas yang bergabung dalam satu kegiatan yaitu RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia) Wilayah kota Batam dan Komunitas Sepeda "Bike To Work" Batam kemarin mengadakan acara bersama dalam acara "Green Cycling" yang diadaka oleh Komunitas "Bike To Work Batam"

Acara ini diadakan Minggu (14/5) kemarin berlokasi di Dam Duriangkang dengan rute sekitar 8km, yang diikuti oleh sekitar 60 peserta dari BTW dan 9 personel anggota RAPI yang mendudung komunikasi selama acara berlangsung.

Dalam acara tersebut juga diadakan acara penanaman pohon cemara disekitar sungai kurang--lebih jarak 1km dari pintu masuk sebagai simbol bahwa BTW dan RAPI peduli terhadap lingkungan terutama hutan lindung yang ada di Pulau Batam ini. Acara yang sedianya akan dihadiri oleh Bapak Wakil Walikota ini berjalan dengan lancar meskipun Bapak Wawako berhalangan hadir karena sesuatu hal.


08 Mei 2009

Warga Sagulung Kota Mengantri Air


Imbas dari pemadaman listrik beberapa hari yang lalu sangat dirasakan oleh warga di Perumahan PJB2 dan Mantang di kelurahan Sagulung Kota. Pasalnya selain listrik yang padam air ATB juga ikutan berhenti mengalir. Hal ini dikeluhkan oleh warga di kedua Perumahan tersebut karena air ATB tidak mengalir selama dua hari (6-7/5) dan tidak ada pemberitahuan di media masa, sehingga banyak warga yang kurang persiapan stok air.

"Ini disebabkan karena adanya pemadaman listrik di WTP Muka Kuning, dan genset kami kurang memadai", kata seorang Customer Service PT. ATB saat dihubungi melalui hotline (0778) 467111.
"Menurut informasi mulai jam 15.00 WTP Muka Kuning sudah mulai beroperasi dan sampai di Sagulung Kota sekitar jam sebelas malam", tambahnya.

Untungnya ada warga PJB2 yang mempunyai mobil tangki air dan berinisiatif mengambil air untuk dibagikan kepada warga yang memerlukan, nampak antrian panjang terjadi di Jalan perbatasan perumahan PJB2 dan Mantang.
Dan air ATB baru mengalir lancar di perumahan tersebut sekitar jam 03.00 pagi.

07 Mei 2009

Lumba-Lumba di Piayu Laut


Kejadian ini sudah terjadi beberapa bulan yang lalu dimana saat aku dan teman-teman kerja mancing di Tanjung Piayu Laut. Baru sekitar 10 menit berangkat dari pelantar aku dikejutkan oleh pemandangan yang sulit kupercaya saat itu. Seekor lumba-lumba berenang dengan menyembulkan sebagian tubuhnya berpapasan dengan pompong yang kami tumpangi. Ikan tersebut hampir sebesar anak usia 10 tahunan. Dan rupanya bukan aku saja yang melihat kejadian yang menurutku langka tersebut. Sehingga kami tanyakan ke Pak Udin tekong pompong yang juga warga Tanjung Piayu Laut. Dia mengatakan memang ada beberapa ikan lumba-lumba yang hidup di perairan Tanjung Piayu Laut tersebut.

Tanjung Piayu laut merupakan salah satu tempat mancing atau saya boleh sebut rekreasi mancing dilaut karena disitu menyimpan potensi alam yang bisa dikembangkan dalam hal wisata mancing.

Lokasinya berjarak sekitar 15km dari simpang Panbill kearah Tanjung Piayu sampai keujung, kemudian belok kanan menuju kampung nelayan. Disana ada beberapa warga nelayan yang menyewakan perahu pompong dengan tarif 250 ribu rupiah untuk siang hari (pagi sampai sore) dan 300 ribu rupiah untuk sore sampai pagi hari. Untuk urusan umpan bisa bawa sendiri bisa pesen sama Pemilik Pompong.

Lokasi mancingnya mencakup pulau-pulau disekitar Piayu Laut sampai mendekati Jembatan 1 Barelang. Enaknya kita bisa minta Pak tekong untuk pindah tempat / lokasi mancing apabila dirasa ikannya sedikit.

Adapun jenis ikan disitu kebanyakan ikan slincing, ikan kaci dan ikan karang. Sedang umpan yang pas didaerah tersebut adalah sotong dan udang. (Anwar)