14 Mei 2010

SAHAM

Saham adalah suatu nilai atau pembukuan dalam berbagai instrumen yang mengacu pada bagian kepemilikan sebuah perusahaan atau suatu penyertaan modal dalam suatu perusahaan.

Jenis Saham:
1. Saham biasa/common stock -> saham yang diperjual belikan di bursa efek
2. Saham preferent/preferent stock -> Saham yang tidak diperjualbelikan di bursa efek
3. Saham harta/treasury stock -> saham yang dibeli kembali dari masyarakat
4. Saham kelas ganda/dual class stock -> Saham yang memiliki beberapa kelas (A,B,C) masing-masing dengan keuntungan dan kerugiannya sendiri-sendiri.

Saham preferent memiliki karakteristik:
- Memiliki berbagai tingkat, dapat diterbitkan dengan karakteristik yang berbeda
- Tagihan terhadap aktiva dan pendapatan, memiliki prioritas lebih tinggi dari saham biasa dalam hal pembagian deviden.
- Deviden kumulatif, bila belum dibayar pada periode sebelumnya maka dapat dibayarkan pada periode berjalan san lewbih dahulu dari saham biasa.
- Konvertibilitas, dapat ditukar menjadi saham biasa, bila kesepakatan antara pemegang saham dan organisasi penerbit terbentuk.

Saham biasa memiliki karakteristik:
- Hak suara pemegang saham, dapat memilih dewan komisaris
- Hak didahulukan, bila organisasi penerbit menerbitkan saham baru
- Tanggung jawab terbatas, pada jumlah yang diberikan saja.

Bila ditinjau dari kinerja perdagangan, saham dikelompokkan menjadi:
1. Blue chip stocks -> Saham biasa yang memiliki reputasi tinggi, sebagai pemimpin dalam industrinya, memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar deviden.
2. Income stocks -> saham suatu emiten yang dibayarkan lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
3. Growth stocks
4. Speculative stocks -> saham yang secara konsisten memperoleh penghasilan dan berpeluang memperolah penghasilan yang tinggi dimasa mendatang dan belum pasti.
5. Counter cyclical stoks -> saham yang tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro maupun situasi bisnis secara umum.

Tujuan masyarakat membeli saham;
1. Capital Gain
2. Mendapatkan deviden

Resiko:
1. Capital loss
2. Resiko likuiditas

OBLIGASI

Obligasi adalah surat berharga atau sertifikat yang berisi kontrak pengakuan hutang ata spinjaman yang diterima oleh penerbit dari pemberi pinjaman (investor).
* Investor : Membeli obligasi berarti meminjamkan uang dengan harapan memperoleh keuntungan dengan prosentase yang dijanjikan oleh enerbit.
* Penerbit : Berhutang uang untuk menggalang dana, modal operasional erusahaan, atau penguasaan hak aset atas perusahaan.

Jenis Obligasi:
1. Dari sisi penerbit:
a. Corporate bonds : Obligasi yang diterbitkan oleh badan/lembaga baik BUMN atau
swasta
b. Government bonds: Obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah pusat.
c. Municiple bonds : Obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah daerah.

2. Dari System pembayaran:
a. Zero coupon bonds : Obligasi yang tidak melakukan pembayaran secara periodik,
namun bunga dan pokok dibayaran sekaligus pada saat jatuh
tempo.
b. Coupon Bonds : Obligasi dengan kupon yang dapat diuangkan secara periodik
sesuai ketentuan penerbit.
c. Fix Coupon bonds : Obligasi yang tingkat kupon bunga yang telah ditetapkan
sebelum masa penawaran di pasar perdana dan akan dibayar
secara periodik.
d. Floating couppon bonds : Obligasi dengan tingkat kupon bunga yang ditentukan
sebelum jangka waktu tersebut berdasarkan acuan
tertentu.

3. Dari sisi Hak Penukaran:
a. Convertible bonds : Obligasi yang dapat ditukar dengan saham penerbitnya.
b. Exchangable bonds : Obligasi yang dapat ditukar dengan saham afiliasi
penerbitnya.
c. Callable bonds : Obligasi yang memberi hak kepada penerbitnya untuk menarik
obligasi pada waktu tertentu sesuai dengan perjanjian pada
saat penerbitan.
d. Putable Bonds : Obligasi yang memberi hak kepada pemilik/pemegang untuk
menukarkan/meminta pelunasan kepad penerbit/emiten.

4. Dari sisi Jaminan:
a. Secured bonds : Obligasi yang dijamin pelunasannya dengan aset tertentu.
- Guaranted bonds: Penjamin Obligasi oleh pihak ke 3.
- Mortage bonds: Obligasi yang dijamin dengan property.
- Collateral trust bonds: Obligasi yang dijamin menggunakan surat berharga
(sekuritas, receivable)
b. Unsecured bonds : Obligasi yang tidak dijamin oleh aset tertentu.

5. Dari sisi Nominal:
a. Konvensional bonds : Obligasi yang lazim diperjual belikan dalam satu
nominal/1 lot.
b. Ritail bonds : Obligasi yang diperjual belikan dalam satuan yang kecil, baik
corporate bonds maupun govenment bonds.

6. Dari sisi Perhitungan Imbal hasil
a. Konvensional bonds : Obligasi yang diperhitungkan dengan sistem bunga.
b. Syariah bonds : Obligasi yang diperhitungkan berdasarkan sistem bagi hasil.

Harga Obligasi:
1. Par --> harga obligasi = harga nominal
2. At Premium --> Harga obligasi > harga nominal
3. At Discount --> harga obligasi < harga nominal

20 Januari 2010

Cara Seting Mikrotik untuk Hotspot



1. Install Mikrotik dari CD yang berisi OS Mikrotik.
Apabila sudah terinstall
masukan user password default
user:admin
password:(kosong)tanpa password

2. ganti nama ethernet anda jika anda mau, dalam hal ini anda dapat memberikan nama apa saja.
[OYnet@mikrotik] >interface
[OYnet@mikrotik] interface >print (melihat dulu berapa banyak ethernet yg terpasang)
[OYnet@mikrotik] interface >set 0 name=LAN
[OYnet@mikrotik] interface >set 1 name=WAN

3. Kemudian nambahkan ip addressnya
[OYnet@mikrotik] >ip address
[OYnet@mikrotik] ip address >add address=192.168.0.1/24 interface=LAN —-> ini untuk ip interface ke Access Point.
[OYnet@mikrotik] ip address >add address=192.168.1.1/24 interface=WAN —> ini untuk ip LAN card yang nantinya terhubung dengan modem.

4. kemudian masukin gatewaynya
[OYnet@mikrotik] > ip route
[OYnet@mikrotik] ip route >add gateway=192.168.1.250/24 —-> ini merupakan IP modem.

5. Membuat address pool
[OYnet@mikrotik] ip pool add name=dhcp-pool ranges=192.168.0.2-192.168.0.100
[OYnet@mikrotik] ip dhcp-server network add address=192.168.0.0/24 gateway=192.168.0.1

6. Tentukan interface yang dipergunakan dan aktifkan DHCP Server.
[OYnet@mikrotik] ip dhcp-server add interface=LAN address-pool=dhcp-pool enable 0
[OYnet@mikrotik] > ip dhcp-server print
Flags: X – disabled, I – invalid
# NAME INTERFACE RELAY ADDRESS-POOL LEASE-TIME ADD-ARP
0 dhcp1 LAN
sampai tahap ini, DHCP server telah selesai untuk dipergunakan dan sudah bisa di test

7. Seting DNS Server
[OYnet@mikrotik] > ip dns set primary-dns=203.130.100.000 allow-remoterequests=no ---Isi DNS dari Telkom
[OYnet@mikrotik] > ip dns set secondary-dns=203.130.100.000 allow-remoterequests=no ---Isi DNS dari Telkom
[OYnet@mikrotik] > ip dns print
primary-dns: 203.130.100.110
secondary-dns: 203.130.100.110
allow-remote-requests: no
cache-size: 2048KiB
cache-max-ttl: 1w
cache-used: 16KiB

8. Tes untuk akses domain, misalnya dengan ping nama domain
[OYnet@mikrotik] > ping yahoo.com
216.109.112.135 64 byte ping: ttl=48 time=250 ms
10 packets transmitted, 10 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max = 571/571.0/571 ms
Jika sudah berhasil reply berarti seting DNS sudah benar.

9. Setup Masquerading, ini adalah langkah utama untuk menjadikan Mikrotik sebagai gateway server
[OYnet@mikrotik] > ip firewall nat add action=masquerade outinterface=LAN chain: srcnat

Selesai, tinggal test koneksi dari user. seharusnya dengan cara ini user sudah bisa terhubung ke internet.
Selanjutnya Install WinBox untuk seting konfigurasi lainnya.

SEMOGA TUTORIAL INI DAPAT MEMBANTU