Saham adalah suatu nilai atau pembukuan dalam berbagai instrumen yang mengacu pada bagian kepemilikan sebuah perusahaan atau suatu penyertaan modal dalam suatu perusahaan.
Jenis Saham:
1. Saham biasa/common stock -> saham yang diperjual belikan di bursa efek
2. Saham preferent/preferent stock -> Saham yang tidak diperjualbelikan di bursa efek
3. Saham harta/treasury stock -> saham yang dibeli kembali dari masyarakat
4. Saham kelas ganda/dual class stock -> Saham yang memiliki beberapa kelas (A,B,C) masing-masing dengan keuntungan dan kerugiannya sendiri-sendiri.
Saham preferent memiliki karakteristik:
- Memiliki berbagai tingkat, dapat diterbitkan dengan karakteristik yang berbeda
- Tagihan terhadap aktiva dan pendapatan, memiliki prioritas lebih tinggi dari saham biasa dalam hal pembagian deviden.
- Deviden kumulatif, bila belum dibayar pada periode sebelumnya maka dapat dibayarkan pada periode berjalan san lewbih dahulu dari saham biasa.
- Konvertibilitas, dapat ditukar menjadi saham biasa, bila kesepakatan antara pemegang saham dan organisasi penerbit terbentuk.
Saham biasa memiliki karakteristik:
- Hak suara pemegang saham, dapat memilih dewan komisaris
- Hak didahulukan, bila organisasi penerbit menerbitkan saham baru
- Tanggung jawab terbatas, pada jumlah yang diberikan saja.
Bila ditinjau dari kinerja perdagangan, saham dikelompokkan menjadi:
1. Blue chip stocks -> Saham biasa yang memiliki reputasi tinggi, sebagai pemimpin dalam industrinya, memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar deviden.
2. Income stocks -> saham suatu emiten yang dibayarkan lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
3. Growth stocks
4. Speculative stocks -> saham yang secara konsisten memperoleh penghasilan dan berpeluang memperolah penghasilan yang tinggi dimasa mendatang dan belum pasti.
5. Counter cyclical stoks -> saham yang tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro maupun situasi bisnis secara umum.
Tujuan masyarakat membeli saham;
1. Capital Gain
2. Mendapatkan deviden
Resiko:
1. Capital loss
2. Resiko likuiditas
14 Mei 2010
OBLIGASI
Obligasi adalah surat berharga atau sertifikat yang berisi kontrak pengakuan hutang ata spinjaman yang diterima oleh penerbit dari pemberi pinjaman (investor).
* Investor : Membeli obligasi berarti meminjamkan uang dengan harapan memperoleh keuntungan dengan prosentase yang dijanjikan oleh enerbit.
* Penerbit : Berhutang uang untuk menggalang dana, modal operasional erusahaan, atau penguasaan hak aset atas perusahaan.
Jenis Obligasi:
1. Dari sisi penerbit:
a. Corporate bonds : Obligasi yang diterbitkan oleh badan/lembaga baik BUMN atau
swasta
b. Government bonds: Obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah pusat.
c. Municiple bonds : Obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah daerah.
2. Dari System pembayaran:
a. Zero coupon bonds : Obligasi yang tidak melakukan pembayaran secara periodik,
namun bunga dan pokok dibayaran sekaligus pada saat jatuh
tempo.
b. Coupon Bonds : Obligasi dengan kupon yang dapat diuangkan secara periodik
sesuai ketentuan penerbit.
c. Fix Coupon bonds : Obligasi yang tingkat kupon bunga yang telah ditetapkan
sebelum masa penawaran di pasar perdana dan akan dibayar
secara periodik.
d. Floating couppon bonds : Obligasi dengan tingkat kupon bunga yang ditentukan
sebelum jangka waktu tersebut berdasarkan acuan
tertentu.
3. Dari sisi Hak Penukaran:
a. Convertible bonds : Obligasi yang dapat ditukar dengan saham penerbitnya.
b. Exchangable bonds : Obligasi yang dapat ditukar dengan saham afiliasi
penerbitnya.
c. Callable bonds : Obligasi yang memberi hak kepada penerbitnya untuk menarik
obligasi pada waktu tertentu sesuai dengan perjanjian pada
saat penerbitan.
d. Putable Bonds : Obligasi yang memberi hak kepada pemilik/pemegang untuk
menukarkan/meminta pelunasan kepad penerbit/emiten.
4. Dari sisi Jaminan:
a. Secured bonds : Obligasi yang dijamin pelunasannya dengan aset tertentu.
- Guaranted bonds: Penjamin Obligasi oleh pihak ke 3.
- Mortage bonds: Obligasi yang dijamin dengan property.
- Collateral trust bonds: Obligasi yang dijamin menggunakan surat berharga
(sekuritas, receivable)
b. Unsecured bonds : Obligasi yang tidak dijamin oleh aset tertentu.
5. Dari sisi Nominal:
a. Konvensional bonds : Obligasi yang lazim diperjual belikan dalam satu
nominal/1 lot.
b. Ritail bonds : Obligasi yang diperjual belikan dalam satuan yang kecil, baik
corporate bonds maupun govenment bonds.
6. Dari sisi Perhitungan Imbal hasil
a. Konvensional bonds : Obligasi yang diperhitungkan dengan sistem bunga.
b. Syariah bonds : Obligasi yang diperhitungkan berdasarkan sistem bagi hasil.
Harga Obligasi:
1. Par --> harga obligasi = harga nominal
2. At Premium --> Harga obligasi > harga nominal
3. At Discount --> harga obligasi < harga nominal
* Investor : Membeli obligasi berarti meminjamkan uang dengan harapan memperoleh keuntungan dengan prosentase yang dijanjikan oleh enerbit.
* Penerbit : Berhutang uang untuk menggalang dana, modal operasional erusahaan, atau penguasaan hak aset atas perusahaan.
Jenis Obligasi:
1. Dari sisi penerbit:
a. Corporate bonds : Obligasi yang diterbitkan oleh badan/lembaga baik BUMN atau
swasta
b. Government bonds: Obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah pusat.
c. Municiple bonds : Obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah daerah.
2. Dari System pembayaran:
a. Zero coupon bonds : Obligasi yang tidak melakukan pembayaran secara periodik,
namun bunga dan pokok dibayaran sekaligus pada saat jatuh
tempo.
b. Coupon Bonds : Obligasi dengan kupon yang dapat diuangkan secara periodik
sesuai ketentuan penerbit.
c. Fix Coupon bonds : Obligasi yang tingkat kupon bunga yang telah ditetapkan
sebelum masa penawaran di pasar perdana dan akan dibayar
secara periodik.
d. Floating couppon bonds : Obligasi dengan tingkat kupon bunga yang ditentukan
sebelum jangka waktu tersebut berdasarkan acuan
tertentu.
3. Dari sisi Hak Penukaran:
a. Convertible bonds : Obligasi yang dapat ditukar dengan saham penerbitnya.
b. Exchangable bonds : Obligasi yang dapat ditukar dengan saham afiliasi
penerbitnya.
c. Callable bonds : Obligasi yang memberi hak kepada penerbitnya untuk menarik
obligasi pada waktu tertentu sesuai dengan perjanjian pada
saat penerbitan.
d. Putable Bonds : Obligasi yang memberi hak kepada pemilik/pemegang untuk
menukarkan/meminta pelunasan kepad penerbit/emiten.
4. Dari sisi Jaminan:
a. Secured bonds : Obligasi yang dijamin pelunasannya dengan aset tertentu.
- Guaranted bonds: Penjamin Obligasi oleh pihak ke 3.
- Mortage bonds: Obligasi yang dijamin dengan property.
- Collateral trust bonds: Obligasi yang dijamin menggunakan surat berharga
(sekuritas, receivable)
b. Unsecured bonds : Obligasi yang tidak dijamin oleh aset tertentu.
5. Dari sisi Nominal:
a. Konvensional bonds : Obligasi yang lazim diperjual belikan dalam satu
nominal/1 lot.
b. Ritail bonds : Obligasi yang diperjual belikan dalam satuan yang kecil, baik
corporate bonds maupun govenment bonds.
6. Dari sisi Perhitungan Imbal hasil
a. Konvensional bonds : Obligasi yang diperhitungkan dengan sistem bunga.
b. Syariah bonds : Obligasi yang diperhitungkan berdasarkan sistem bagi hasil.
Harga Obligasi:
1. Par --> harga obligasi = harga nominal
2. At Premium --> Harga obligasi > harga nominal
3. At Discount --> harga obligasi < harga nominal
Langganan:
Postingan (Atom)



